WELCOME TO MY BLOG PAGE
it's all about information of Samarinda Port in East Borneo...

Selasa, 07 April 2009

Profil Pelabuhan Samarinda

Pelabuhan Samarinda merupakan salah satu pelabuhan yang berada di Kalimantan Timur dengan luas daratan 211.440 km2.
Kaltim merupakan salah satu propinsi di wilayah Indonesia bagian Timur yang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah seperti migas dan batu bara dari hasil tambang, kayu, dan rotan dari hasil hutan, serta kelapa sawit dari hasil perkebunan.
Peran pelabuhan sangatlah dominan, di samping sebagai terminal dan pintu gerbang arus barang, penumpang serta hewan juga sebagai penunjang dan pemacu pertumbuhan perekonomian di Kalimantan Timur.
Wilayah dan kawasan perairan Pelabuhan Samarinda yang terletak di sepanjang sungai mahakam dengan luas 11.032 Ha dengan kedalaman alur rata-rata 5.50 M mudah terjadi pendangkalan karena keadaan tanah dasar pasir berlumpur. Oleh karena itu, telah dilakukan pengerukan setiap tahun oleh Pemda Propinsi Kaltim melalui anggaran APBN.
Pelabuhan Samarinda dengan wilayah kerja pelabuhan seluas 44.297 m2 tergolong salah satu pelabuhan yang tersibuk di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero). Hal ini terlihat dari pencapaian kinerja operasional Pelabuhan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, yang telah mengalami perkembangan terutama arus barang petikemas realisasi tahun 2007 sebesar 145.554 teus atau kenaikan 10.74% dari tahun 2005 sebesar 131.433 teus.
Seiring dengan perkembangan sistem perdagangan, sementara fasilitas pelabuhan yang dimiliki terutama area cadangan lapangan petikemas sangat terbatas dibandingkan dengan perkembangan traffik barang khususnya terhadap petikemas.
Hal ini menjadikan pelabuhan Samarinda senantiasa melakukan penyempurnaan dan perbaikan pelayanan fasilitas dan pengembangan pelabuhan yang cukup memadai, untuk itu telah dilakukan kerja sama denga pihak ke III dan Pemda setempat untuk membangun Pelabuhan TPK yang berlokasi di Palaran Samarinda.
Potensi dan hasil produksi Kalimantan Timur yang cukup menonjol adalah :
o Hasil Tambang : Minyak, gas bumi dan batu bara
o Hasil Hutan : Kayu dan Rotan
o Hasil Perkebunan : Kelapa sawit
o Hasil Perikanan : Udang Ekspor

VISI DAN MISI
“ Menjadikan perusahaan yang berdaya saing tinggi dalam memberikan pelayanan jasa kepelabuhanan yang berstandar Internasional secara kompetitif dan efisien untuk mengantisipasi persaingan yang mengglobal”.
“Menjadikan pelayanan prima kepada pelayaran niaga baik internasional maupun nasional dengan produktifitas dan kinerja yang tinggi serta melakukan kerja sama dengan mitra usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Readmore »»

FASILITAS PELABUHAN

Pelabuhan Samarinda juga telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang memadai untuk mendukung kegiatan
di Pelabuhan, seperti bongkar muat.
Fasilitas Pelabuhan tersebut antara lain :



BANGUNAN PELABUHAN
1. Tambatan :

o Beton : 827 M2
o Kayu dan Besi : 50 M2
o Turap : 110 M2
2. Gudang : 1.200 M2
3. Lapangan Penumpukan :
o Lini I : 35.098 M2
o Lini II : 3.796 M2
4. Dermaga : 12.493 M2
5. Terminal Penumpang : 12.493 M2

PERALATAN PELABUHAN
a. Darat
o Forklift kapasitas 3 Ton : 1 Unit
o Mobil crane 25 Ton : 1 Unit
o Mobil Pemadam Kebakaran : 1 Unit
o Spreader : 2 Unit
b. Alat Apung
o Kapal Pandu (MPI-005 dan AP-014) : 2 Unit
o Kapal Tunda (TB Sungai Sepaku) : 1 Unit
o Kapal Kepil (MPS-003) : 1 Unit
o Kapal Cepat Muara Pegah : 1 Unit
o Fasilitas Air Minum Kap.70 ton/hari : 1 Unit
c. Alat Swasta
o Forklift 2 – 10 ton : 24 Unit
o Crane 15 – 130 ton : 13 Unit
o Top Loader 35 ton : 1 Unit
o Spreader : 2 Unit
o Reach Stacker : 2 Unit
o Barge Crane : 2 Unit

SARANA TELEKOMUNIKASI

Komunikasi Pemanduan Kapal-kapal menggunakan pesawat marine dengan channel 12 pada frekwensi 156.600 Mhz, sedangkan untuk di darat menggunakan telephone faximile.

STASIUN RADIO PANTAI

o Call Sign : PKN.6
o VHF Channel : 16
o Frekuansi : 8445 Khz
o Working Hour : 01.30 – 20.00 Gmt
05.00 – 06.00 Gmt
o SSB Call Sign : 8 AR.Z

Readmore »»

DATA PELABUHAN

LETAK PELABUHAN
Pelabuhan Samarinda terletak ditepi sungai Mahakam dengan jarak 60 Km atau 37 mil laut dari ambang luar
Muara Pegah dengan posisi :
00 - 30’ - 23” LS
117 - 09’ - 10” BT
WILAYAH DAN KAWASAN PELABUHAN
Wilayah dan Kawasan Perairan Pelabuhan Samarinda adalah sepanjang tepian Sungai Mahakam memanjang dan membujur mulai dari ambang luar Muara Pegah dengan posisi :
00 - 32’ - 00” LS
117 - 09’ - 00” BT

Sampai arah Hulu Sungai di Sebulu dengan posisi :

00 - 32’ - 00” LS
117 - 09’ - 00” BT

Luas daerah kerja lebih kurang 500 Ha dan terdapat 64 dermaga khusus untuk kepentingan sendiri (DUKS), namun yang aktif hanya 45 buah, yang merupakan potensi hinterland Pelabuhan Samarinda seluas 91.027 KM2

KEADAAN HYDRO – OCEANOGRAFI

Keadaan
Keadaan tepi pantai berlumpur, daratan daerah lingkungan kerja Pelabuhan Samarinda 50 meter dari arah tepi sungai sampai batas jalan Yos Sudarso, sedangkan batas daerah kepentingan Pelabuhan 180 meter dari tepi sungai dan batas memanjang mulai dari sungai Karang Mumus sampai jalan Niaga Barat.

Pasang Surut

Air Tinggi ( HHWS ) :
259 Cm Lws

Duduk Tengah ( MSL ) :130 Cm Lws

Air Terendah ( MLWN ) : 114 Cm Lws

Cart Datum (LWS ) : 0.00 Cm Lws

Air Rendah ( MLWS ) :- 38 Cm Lws

Muka Surut ( ZO ) : 130 Cm Lws

Waktu Tolak : GMT + 8.00 Jam


Arus

Kecepatan Arus maksimum pada waktu pasang naik adalah 110 centimeter per detik ( 2,2 Knots / Jam ), sedangkan kecepatan maksimum air turun ( surut) yaitu 121`,11 centimeter per detik ( 2,42 Knots / Jam ) dengan arah dari hulu ke hilir bergantian.


Iklim
Wilayah Kota Samarinda karakteristik iklimnya termasuk iklim tropis basah (Tropika Humida), dengan ciri khas curah hujan tinggi dengan penyebaran tidak merata sepanjang tahun.
Oleh karena itu Kota Samarinda tidak terdapat pergantian musim yang jelas antara musim kemarau dan musim hujan. Temperatur udara rata-rata 30o C dengan erbedaan temperatur antara siang dan malam antara 15o C – 17o C.


Alur Pelayaran
Panjang alur pelayaran dari Samarinda sampai ambang luar Muara Pegah yaitu 60 Km atau 37 mil laut. Sedangkan lebar alur pelayaran antara 60 meter sampai 70 meter.


Kolam Pelabuhan

Luas Kolam Pelabuhan : 150 Ha.

Kedalaman minimum : 5,50 M Lws

Kedalaman maksimum : 20 M Lws

Kedalaman depan Dermaga : 5,50 M Lws.
Readmore »»

Senin, 06 April 2009

TPK PALARAN

Untuk pengembangan Pelabuhan Samarinda saat ini dirasakan semakin mendesak, hal ini ditandai dengan terbatasnya fasilitas
pelabuhan yang tersedia dibandingkan dengan perkembangan traffik operasional pelabuhan, khususnya terhadap petikemas yang setiap tahun terjadi kenaikan yang cukup signifikan, selain itu cadangan untuk pengembangan CY tidak mencukupi terhadap perkembangan traffik petikemas, sehingga perlu dicarikan lokasi pengembangan baru yang cukup memadai.
Pembangunan Pelabuhan TPK Palaran merupakan kerjasama antara PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Pemerintah Kota Samarinda, dan PT Samudera Indonesia Tbk selaku investor. Yang selanjutnya investor tersebut membuat Special Purpose Company (SPC) dengan nama PT Pelabuhan Samudera Palaran (PSP) yang akan melaksanakan pembangunan dan mengoperasikan Terminal Petikemas tersebut.
Pengoperasian terminal petikemas oleh PT Pelabuhan Samudera Palaran dengan dilengkapi peralatan-peralatan yang modern sehingga dapat melaksakan kegiatan lebih cepat, aman, dan juga produktifitas bongkar muat petikemas akan meningkat menjadi 22-25 box/geng/jam dibandingkan dengan penanganan bongkar muat petikemas di pelabuhan konvensional Samarinda yang hanya mampu 6 box/geng/jam.
Untuk tahap awal pembangunan terminal petikemas Palaran, dimulai tanggal 22 Januari 2008, meliputi :
o Pembangunan dermaga sepanjang 270 meter dengan lebar 21 meter
o Pembangunan trestle 2 unit sepanjang 77 meter dengan lebar 10 meter
o Pembangunan Lapangan Penumpukan (CY) seluas 1.000 m2
o Pembangunan Container Freight Station (CFS) seluas 1.000 m2
o Pengadaan alat bongkar muat petikemas modern, yaitu Container Crane (CC) 2 unit, Transtainer (TT) 4 unit, Head Truck (HT) 8 unit dan Chasis 12 unit serta sistem informasi.
Readmore »»

Sejarah Pelabuhan Samarinda

Pelabuhan Samarinda yang berada di kota Samarinda, tepatnya terletak di tepian sungai Mahakam.
Pada tahun 1668 awalnya Samarinda di tempati oleh orang-orang Bugis Wajo, karena saat itu kerajaan Gowa telah dikuasai oleh Belanda dan tidak menyetujui perjanjian Bongaya antara Sultan Hasanuddin dan VOC Belanda.
Pada tahun 1844 di tandainya Kalimantan Timur di bawah Pemerintahan Belanda, Samarinda terus berkembang dan telah dikenal serta menarik para pedagang maupun pelaut dari Cina, India, karena sekitar sungai Mahakam kaya akan hasil-hasil emas, sarang burung. Madu, lilin lebah, gaharu, bulu burung yang indah, hasil hutan lainnya, dan juga terdapat minyak kental (Napta) yang dijual belikan secara barter dengan mata uang koin. Pada masa penjajahan Belanda sudah dibangun dermaga dari kayu selain menghubungkan antara Samarinda Ilir dan Samarinda Seberang juga dipakai kegiatan bongkar muat barang. Pada tahun 1978 setelah melihat arus bongkar muat barang dan kunjungan kapal meningkat dari waktu ke waktu, Pemerintah Republik Indonesia memperluas Pelabuhan Samarinda dengan beton bertulang, dan pondasi tiang pancang. Dermaga tersebut diberi nama dermaga III dengan panjang 50 x 12 m.

Readmore »»

Enter your email:

Powered by FeedBurner

Loading...

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
 

Copyright © 2009 by pelindo samarinda